Tampilkan postingan dengan label metal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label metal. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Mei 2010

Metallica



Terbentuk di LA,California, pada tahun 1981 oleh Lars Ulrich (drum) bareng James Hetfield (Gitar). Nama “Metallica” dicetuskan oleh Ulrich pas ngebantuin temenya nyari nama buat Majalah yang isinya mempromosikan Trash Metal dan NWOBHM (New Wave Of British Heavy Metal). Teman dari Ulrich itu ngomong:”Metallica” (ga tau deh siapa nama temenya itu…) kata “Metallica” terus terbayang dan terngiang di kepala Ulrich, setelah berunding dengan Hetfield diputuskan memakai nama itu sebagai nama band mereka.

Untuk melengkapi para personel guna lagu demo pertamanya, Metallica merekrut Llyod Grant yang nggak lama keemudian diganti lagi oleh Dave Mustaine (Megadeth), Jef Warner (gitar) disusul Ron McGovney (bas)Dengan Formasi ini Metallica meluncurkan lagu demo pertamanya “No Life Till Leather”. Gak jodoh, Mustaine pergi dan mendirikan band sendiri (Megadeth), masuk Kirk Hammet,Kirk Hammet sendiri pernah main di Metallica pas konser tahun 1983, Metallica jadi lebih komplit dengan masuknya Cliff Burton ngegantiin bassis lawasnya.

Metallica sempat pindah ke San Fransisco dam sempet manggung sebelum pindah lagi ke New York di 1983 (tahun dimana Kirk Hammet gabung) MEtallica bertemu dengan promotor lokal, Jon dan Marsha Zazula,dan dikontrak Zazula Label,MegaForce Records. Metallica berturut-turut menelurkan album demi album, yang pertama:”Kill EM ALL”(di album ini ada pengaruh dari James Hetfield sangat terasa lewat vokal dan permainan gitarnya), disusul Ride The Lightning. Disini Metallica sudah Mapan sebagai salah satu band Metal terbesar, sejajar bareng Anthrax,Slayer dan tidak ketinggalan Megadeth.

Mengikuti kesuksesan yang mengiringi, Metallica berpindah ke Mayor Label, Elektra Records di 1986 dan mengeluarkan album “Master Of Puppets” , di tahun yang sama CLiff Burton meninggal karena kecelakaan, tepat sebelum tur.Untuk mengisi kekosongan, direkrutlah Jasin Newsted. Bareng bassis baru, Metallica ngluncurin The $5.98 EP: Garage Days Re-Revisited, satu tahun sesudah meninggalnya Cliff,1987.

1990, album “self titled” Metallica (lebih dikenal dengan “the Black Album” album yang masih dialiran ayang sama dengan album2 sebelumnya: Heavy Metal. di The Black Album ini ada lagu yang “bunyi” yang mungkin pernah kalian dengar walaupun bukan termasuk pencinta Metallica “Enter Sandman” ama “Nothing Else Matters” lagu akustik , lumayanlah. Album ini jadi album tersukses Metallica, sampai2 beberapa toko memajang label “Sold Out”, dahsyat!.

Setelah sukses besar ama album itu, Metallica absen sampai 1995, “Reborn” Metallica ini ditandai dengan “Load” di 1996 disusul “Reload” di 1997, dua album itu sudah bernuansa alternatif rock

Yap, 1998 doble CD “Garage Inc” keluar dipasaran berisi sebelas lagu terbaru Metallica, yang sangat beraliran Danzig ato Sabbath. Cd keduanya berisi kumpulan lagu Metallica sejak 1984, Cd kedua ini sekarang jadi album langka yang diburu kolektor (katanya sih…)

Pada 21 ama 22 April 1999 Metallica menggandeng San Fransisco SYmphony Orchestra, Micharl camen ngrekam konser live, berjudul “S&M”.

Ngomongin Metallica tentunya ga bisa lepas dari “Napster Controversy” Napster sendiri merupakan situs Internet file sharing gratis…yang (mungkin) secara ilegal memuat lagu2 Metallica.Saking geramnya Ulrich sampe ngomong”sickening to know that our art is being traded like a commodity rather than the art that it is.” Kejadian ini membuat Lars Ulrich jadi semacam “Public Enemy” bagi sebagian kalangan (pencinta napster tentunya).

Dalam proses menuju album terbaru di 2001, Metallica dikejutkan dengan keluarnya Jason Newsted, ada beberapa sumber yang ngomong kalau Jason pergi karena pengin serius di Side-projectnya. Posisi ini digantikan ama Rob Trujjilo, mantan bassis Suicidal Tendencies,juga pernah main bareng om Ozzy.Sebagai tambahan, “pengkhianat” Jason Newsted main buat band om Ozzy di Ozzfest 2003, band-nya yang baru, Voivoid juga tampil disini.

2003, Metallica ngluncurin album St.Anger (di album ini mereka banya menerima kritik pedas). Terakhir mereka meluncurkan Album bernama Death Magnetic pada tahun 2008

Awards:

Grammy Awards:
1990: Best Metal Performance – "One"
1991: Best Metal Performance – "Stone Cold Crazy"
1992: Best Metal Performance – Metallica
1999: Best Metal Performance – "Better than You"
2000: Best Hard Rock Performance – "Whiskey in the Jar"
2001: Best Rock Instrumental Performance – "The Call of Ktulu" with Michael Kamen and the San Francisco Symphony
2004: Best Metal Performance – "St. Anger"
2009: Best Metal Performance – "My Apocalypse"
2009: Best Recording Package - Death Magnetic

MTV Video Music Awards:
1992: Best Metal Video – "Enter Sandman"
1996: Best Metal Video – "Until It Sleeps"

American Music Awards:
1996: Favorite Artist: Heavy Metal/Hard Rock: Metallica – Load
1996: Favorite Metal/Hard Rock Song – "Until It Sleeps"

Billboard Music Awards:
1997: Billboard Rock and Roll Artist of the Year – Metallica (RIAA Diamond Award)
1999: Catalogue Artist of the Year – Metallica
1999: Catalogue Album of the Year – Metallica

Kerrang! Awards:
2003: Hall of Fame – Metallica


Album metallica:
Kill 'Em All (1983)
Ride the Lightning (1984)
Master of Puppets (1986)
...And Justice for All (1988)
Metallica (1991)
Load (1996)
ReLoad (1997)
St. Anger (2003)
Death Magnetic (2008)

sumber :

http://kudanilnyengir.blog.friendster.com/2009/01/sejarah-metallica/

http://en.wikipedia.org/wiki/Metallica



Baca selengkapnya gan...

Selasa, 20 April 2010

Album baru Bullet For My Valentine


Setelah sekian lama, band beraliran metal Bullet For My Valentine akan merilis album barunya berjudul"Fever". Menurut mereka album ini akan berbeda dari album-album sebelumnya.

"Saat ini kami sedang dalam tahap akhir rekaman untuk album ketiga Bullet For My Valentine. Ini merupakan sebuah perjalanan yang panjang. Banyak kendala yang kami hadapi, dan butuh kerja keras dalam waktu yang lama di dalam studio. Kami rasa proses panjang ini akan segera menghasilkan album terbaik Bullet For My Valentine."

"Kami telah menulis banyak materi dan kami telah memilih diantaranya yang kami anggap terbaik. Sejauh ini ada 8 track yang sudah selesai direkam. Semuanya akan menunjukkan kualitas yang dapat diharapkan dari kami, namun kami akan suguhkan ula sesuatu yang 'lain' di album ini. Don Gilmore (Linkin Park, Lacuna Oil) seorang produser yang luar biasa dan dia sangat membantu kami membangun kualitas rekaman kami."

Mengenai apa perubahan album barunya dibandingkan dengan album sebelumnya, gitaris sekaligus vokalis, Matt Tuck, menyatakan pada majalah Metal Hammer edisi Jerman, "Album ini benar-benar baru. Saya kira sama sekali berbeda dengan yang ada pada Poison (2005) atau Scream Aim Fire (2008)". Drummer Michael 'Moose' Thomas menambahkan, "Menurutku album ini lebih klasik. Tidak lagi cepat, metal, ataupun trash. Album ini akan lebih merupakan track hard rock dengan tempo sedang yang manis. Riffnya sih tetap ada pengaruh metal, tapi untuk lagunya akan lebih ke hardrock".

Diperkirakan album ini akan meraih hasil penjualan melebihi album Scream Aim Fire, yang pada saat itu terjual 321 ribu kopi di seantero Amerika sejak rilisnya Januari 2008. (boy/ugc)

sumber : http://www.chordfrenzy.com/news/24/


Baca selengkapnya gan...

Senin, 19 April 2010

Bullet For My Valentine


Terbentuk pada tahun 1999 di sebuah studio musik di kampus, Brigend College.Nama awal mereka adalah Jeff Killed John. Mengawali karir di dunia musik sebagai back-up dari senior nya: Nirvana dan Metallica, pada sekitar tahun 2002 sukses menelurkan cd "You/Play With Me"

Disokong oleh Greg Haver sebagai produser, musik mereka diidentikkan oleh sentuhan Heavy Metal.

toh tidak semua berjalan dengan lancar seperti kata mereka,"We were due to go in the studio on Saturday, and our bassist Nik Crandle quit on the Friday," says Tuck. "Everything went completely tits up. It was a really big kick in the balls but it made us stronger.

"It was so nearly the end of our dream as we were all fed up with constantly banging our heads against a wall,thankfully we gave it one more shot under a new identity, and it worked."

Jeff Killed John kini memikirkan sebuah strategi baru, bagaimana agar musik mereka bisa diterima dipasaran...,sedikit pergantian anggota dilakukan dengan merekrut Jason James pada bass, dan langsung memulai rekaman DAS!!! langkah selanjutnya.. membuang nama usangnya dan muncullah:"Bullet For My Valentine".


BFMV tampil di panggung pertamakali di Februari 2004, dimana penampilan mereka membuat beberapa label ingin merekrutnya termasuk diantaranya Roadrunner label toh pada akhirnya mereka lebih memilih berada di bawah naungan Sony, dengan lisensi Visible Noise.

Perjalanan naik turun di kancah musik semakin membuat Bullet For My Valentine bertambah kuat seperti yang dikatakan Mike pada sebuah majalah Sound Of Nation:"We would have loved it five years ago, of course, but what's happened now is for the best."If we'd been signed five years ago, we would probably have gone the same way as many of the bands from back then and been dropped by now. We've matured a lot, and we understand the business better now as well.tuh..

Album debut BFMV muncul!! walaupun cuma mini album yang berisi 5 lagu doank, tuh album dapet sambutan yang cukup hangat.Judul albumnya:"eponumous".

"The songs will speak for themselves,"ujar Matt di suatu kesempatan wawancara. Sekarang BFMV sudah menjadi salah satu band yang dikenal oleh dunia dengan beberapa album dengan hits singlenya, bahkan pernah tampil di Indonesia pada tahun 2009.

Penghargaan yang telah diraih :

Welsh Music Award
Best Newcomer (2004)
Metal Hammer Golden God Award
Best British Band (2006)
Kerrang! Awards
Best UK Single for "Tears Don't Fall" (2006)
Best British Newcomer (2005
Best British Band (2008, 2009
Headlined Kerrang!'s 25 year anniversary tour of the UK

Album :
The Poison (2005)
Scream Aim Fire (2008)
Fever (2010)
Baca selengkapnya gan...

Megadeth


Diawali dari dikeluarkanya Dave Mustaine dari Metallica terbentuklah "Megadeth" personelnya antara lain: David Ellefson sebagai bass, Kerry King di gitar,serta drum yang digawangi Lee Rash (pada akhirnya Kerry King keluar dan bergabung di band lamanya:Slayer). posisi drum yang kosong setelah Kerry King yang balik ke Slayer diisi oleh Chris Poland. Lee Rush yang juga pergi digantikan Gar Samuelson. Dengan formasi tersebut, keluarlah album pertama dari Megadeth: Killing Is My Business...And Business Is Good dirilis di tahun 1985.


Sukses di album pertama membuat Megadeth mulai diirik oleh mayor label dan pada akhirnya dikontrak oleh Capitol Record. Di bawah kabek baru, keluarlah album ke-2 di 1986 :"Peace Sells..But Who's Buying, meraih sukses besar dan perlahan ketenaran Megadeth menyamai pendahulunya: Metallica untuk merebutkan posisi puncak sebagai "Most Popular Trash Metal"


yah seperti kebanyakan band lain, ketenaran merupakan salah satu penyebab dari berubahnya gaya hidup Mustaine, masalahnya klasik: Drugs dan minuman keras.Mustaine juga memecat Poland serta Samuelsen dan digantikan Jeff Young di gitar dan Chuck Behler di drum.keadaan menjadi lebih buruk saat salah satu anggota tetap mereka, sang bassis keluar di tahun 2002.

Megadeth memiliki maskot yang selalu tampil dalam berbagai album mereka. Nama maskotnya adalah Vic Rattlehead. Tampil dengan sosok kerangka manusia yang memakai jas penutup mata, mulut yang terkunci, lubang telinga yang tertutup, sebuah penjelmaan dari frasa "See no evil, hear no evil, speak no evil." Pada album United Abominations 2007, tampilan Vic telah mengalami perubahan, setelah Mustaine memberikan sayembara di DeviantArt, dimenangkan oleh John Lorenzi. Vic tampil bukan dengan sosok kerangka lagi, tetapi tampil dengan sosok orang tua dengan rambut hitam yang panjang, berkulit pucat dan berurat.


Terakhir Megadeth meluncurkan album berjudul "Endgame" pada tahun 2009 dengan single berjudul "Headcrusher".

Diskografi
Killing Is My Business... And Business Is Good! (1985)
Peace Sells... But Who's Buying? (1986)
So Far, So Good... So What! (1988)
Rust in Peace (1990)
Countdown to Extinction (1992)
Youthanasia (1994)
Hidden Treasures (Kumpulan lagu-lagu dari soundtrack film dan album tribut) (1995)
Cryptic Writings (1997)
Cryptic Sounds - No Voices In Your Head EP (1997)
Live Trax (1997, album rekaman konser, dirilis di Jepang)
Risk (1999)
Capitol Punishment: The Megadeth Years (Greatest Hits) (2000)
The World Needs a Hero (2001)
Killing Is My Business... And Business Is Good! (Remixed/Expanded) (2002)
Rude Awakening (Live) (2002)
Still alive....and well? (2002)
The System Has Failed (2004)
United Abominations (2007)
Endgame (2009)
Baca selengkapnya gan...

Octavarium


Artist : Dream Theater

Album : Octavarium

Track  Number : 8



I never wanted to become someone like him so secure
Content to live each day just like the last
I was sure I knew that
This was not for me
And I wanted so much more
Far beyond what I could see
So I swore that I'd
Never be someone like him

So many years have passed
Since I proclaimed
My independence
My mission
My aim
And my vision
So secure
Content to live each day like it's my last
It's wonderful to know
That I could be
Something more than what I dreamed
Far beyond what I could see
Still I swear that I'm
Missing out this time

As far as I could tell
There's nothing more I need
But still I ask myself
Could this be everything
Then all I swore
That I would never be was now
So suddenly
The only thing
I wanted
To become
To be someone just like him

A Doctor sitting next to me
He asks me how I feel
Not sure I understand his questioning
He says I've been away a while
But thinks he has cured me
From a state of catatonic sleep

For 30 years
Where have I been
Eyes open
But not getting through to me

Medicate me
Infiltrate me
Side effects appear
As my conscience slips away

Medicate me
Science failing
Conscience fading fast
Can't you stop what's happening

A higher dosage he prescribes
But there's no guarantee
I feel it starting to take over me
I tell him not to be ashamed
There's no one who's to blame
A second shot
A brief awakening

I feel the relapse
Can't break free
Eyes open
But not getting through to me

Spoken:Isn't this where we came in?
sailing on the seven seize the day tripper diem's ready
jack the ripper owens wilson phillips and my supper's ready
lucy in the sky with diamond dave's not here I come to save the
day for nightmare cinema show me the way to get back home again

Running forward
Falling back
Spinning round and round
Looking outward
Reaching in
Scream without a sound

Leaning over
Crawling up
Stumbling all around
Losing my place
Only to find I've come full circle

flying off the handle with careful with
that axe eugene gene the dance machine
messiah light my fire gabba gabba
hey hey my my generation's home again

Running forward
Falling back
Spinning round and round
Looking outward
Reaching in
Scream without a sound

Leaning over
Crawling up
Stumbling all around
Losing my place
Only to find I've come full circle

(Root)
Our deadly sins feel his mortal wrath
Remove all obstacles from our path

(Second)
Asking questions
Search for clues
The answer's been right in front of you

(Third)
Try to break through
Long to connect
Fall on deaf ears and fails muted breath

(Fourth)
Loyalty, trust, faith and desire
Carries love through each darkest fire

(Fifth)
Tortured Insanity
A smothering hell
Try to escape but no avail

(Sixth)
The calls of admirers
Who claim they adore
Drain all your lifeblood while begging for more

(Seventh)
Innocent victims of merciless crimes
Fall prey to some madmen's impulsive designs

(Octave)
Step after step
We try controlling our fate
When we finally start living it has become too late

Trapped inside this Octavarium
Trapped inside this Octavarium
Trapped inside this Octavarium
Trapped inside this Octavarium

We move in circles
Balanced all the while
On a gleaming razor's edge

A perfect sphere
Colliding with our fate
This story ends where it
Baca selengkapnya gan...

Selasa, 08 Desember 2009

Cerita di balik sebuah album



"Move on, be brave
Don't weep at my grave
Because I am no longer here
But please never let
Your memory of me disappear"


Scenes from a memory

Album kelima Dream Theaterini diluncurkan tahun 1999. Lagu-lagu dalam album ini sebenarnya adalah kisah cinta dan pembunuhan. Album ini merupakan lanjutan lagu Metropolis Pt. 1 : The Miracle and The Sleeper di album Images and Words (1992).
Characters

Present Time
Nicholas
The Hypnotherapist
The Old Man

1928
Victoria Page - "Metropolis/Love"
Sen. Edward Baynes - "The Miracle"
Julian Baynes - "The Sleeper"

Album ini menceritakan kisah Nicholas dengan pencarian tentang kehidupan dia sebelumnya dimana terdapat cerita cinta dan pembunuhan seseorang yang bernama Victoria. Kisahnya diawali ketika Nicholas mendatangi seorang ahli hypnotherapist. Dia melakukan terapi karena merasa selalu dihantui seorang wanita yang kemudian diketahui bernama Victoria. Gadis ini sering muncul dalam mimpinya dimana dia merasa kehidupan sang gadis mirip sekali dengan kehidupannya sendiri.

Dalam terapi ini Nicholas mengetahui mengapa gadis bernama Victoria ini menghantuinya yaitu untuk mengungkapkan kisah sebenarnya dari pembunuhan dirinya di tahun 1928. Kemudian mulai menyelidikinya dan menemukan surat kabar yang menceritakan kejadian tahun 1928 itu. Dalam surat kabar itu diceritakan bahwa seorang saksi yaitu Edward Baynes mendengar teriakan dan kemudian menemukan seorang gadis muda (Victoria) telah tewas tertembak, kemudian sang penembak yang ternyata kekasihnya sendiri bunuh diri dan tewas di tempat yang sama. Sang penembak tersebut adalah Julian Baynes, saudara dari Edward. Surat kabar ini menyebutkan bahwa Julian dan Victoria adalah sepasang kekasih. Victoria hendak meninggalkan Julian karena kebiasaan buruknya yang suka mabuk dan judi. Selanjutnya Nicholas juga mendengar rumor bahwa Edward terlibat affair dengan Victoria. Apakah ini yang menyebabkan Julian membunuhnya?

Kemudian penyelidikan membawa Nicholas ke rumah Edward, dimana dia menemukan banyak petunjuk disana yang mengarah pada pengungkapan siapa sebenarnya pembunuh Victoria. Akhirnya melalui bantuan terapi hipnotis Nicholas mengetahui bahwa sebenarnya Edward terlibat dalam pembunuhan tersebut. Pada awalnya Edward dan Victoria adalah sepasang kekasih. Namun ternyata Victoria menyadari bahwa cinta sejatinya adalah untuk Julian. Ketika mereka sedang mengadakan pertemuan secara rahasia, tiba-tiba Edward mengetahuinya dan kemudian membunuh mereka berdua. Sebelum membunuh Victoria, Edward hanya berkata "Buka matamu Victoria". Kemudian dia membuat seolah-olah kejadiannya seperti yang diceritakan dalam surat kabar.

Di akhir cerita, sesudah mengetahui kisah sebenarnya dari pembunuhan tersebut Nicholas merasa lega karena tidak akan dihantui lagi oleh Victoria. Nicholas pun belajar dari kejadian itu. Seampainya di rumah, ia menyalakan sebuah phonograph dan meminum sebuah anggur untuk menenangkan pikirannya yang sudah terbebas. Suara mobil terdengar, seorang hipnoterapi yang sudah membantunya turun dari mobil itu lalu memasuki ruangan dimana Nicholas sedang menikmati musik dan minumannya. Ahli hipnoterapi hanya berkata, "Buka matamu Nicholas".

Track listing

Act I# Title Lyrics Music Length
1. "Scene One: Regression" John Petrucci Petrucci 2:06
2. "Scene Two, Part. I: Overture 1928" (instrumental) Dream Theater 3:37
3. "Scene Two, Part. II: Strange Déjà Vu" Mike Portnoy Dream Theater 5:12
4. "Scene Three, Part. I: Through My Words" Petrucci Petrucci 1:02
5. "Scene Three, Part. II: Fatal Tragedy" John Myung Dream Theater 6:49
6. "Scene Four: Beyond This Life" Petrucci Dream Theater 11:22
7. "Scene Five: Through Her Eyes" Petrucci Dream Theater 5:29

Act II# Title Lyrics Music Length
8. "Scene Six: Home" Portnoy Dream Theater 12:53
9. "Scene Seven, Part. I: The Dance of Eternity" (instrumental) Dream Theater 6:13
10. "Scene Seven, Part. II: One Last Time" James LaBrie Dream Theater 3:46
11. "Scene Eight: The Spirit Carries On" Petrucci Dream Theater 6:38
12. "Scene Nine: Finally Free" Portnoy Dream Theater 11:59

Baca selengkapnya gan...

Jumat, 13 November 2009

Dream Theater



Teater Mimpi yang tak berakhir. Dengan kemampuan peronilnya yang dapat membius semua yang memperhatikannya.


Dream Theater adalah salah satu grup progressive metal paling terkemuka di dunia saat ini. Didirikan oleh Mike Portnoy, John Petrucci dan John Myung, mereka telah merilis delapan album studio, empat rekaman live dan satu album pendek (EP). Album pertama mereka, When Dream And Day Unite direkam dengan Charlie Dominici sebagai vokalis dan Kevin Moore sebagai pemain keyboards. Dominici berusia jauh lebih tua daripada anggota lainnya dan ingin memainkan musik yang lain, sehingga ia kemudian keluar dari grup. Mereka kemudian mencari pengganti yang ideal selama 2 tahun sampai akhirnya bertemu dengan James LaBrie, vokalis dari Kanada melalui audisi dan mengganti keyboardis di tahun 1999, bernama Jordan Ruddes(mukanya mirip Bruce Willis)

1. Dream Theater dibentuk pada bulan September 1985, ketika gitaris John Petrucci dan bassis John Myung memutuskan untuk membentuk sebuah band untuk mengisi waktu luang mereka ketika bersekolah di Berklee College of Music di Boston. Mereka lalu bertemu seorang pemain drum, Mike Portnoy, di salah satu ruang latihan di Berklee, dan setelah dua hari negosiasi, mereka berhasil mengajak Mike Portnoy untuk bergabung. Setelah itu, mereka bertiga ingin mengisi dua tempat kosong di band tersebut, dan Petrucci bertanya kepada teman band, Kevin Moore, untuk menjadi pemain keyboard. Dia setuju, dan ketika Chris Collins diajak untuk menjadi vokalis, band tersebut sudah komplit.

Dengan lima anggota, mereka memutuskan untuk menamai band tersebut dengan nama Majesty. Menurut dokumentasi DVD Score, mereka berlima sedang mengantri tiket untuk konser Rush di Berklee Performance Center ketika mendengarkan Rush dengan boom box. Portnoy lalu berkata bahwa akhiran dari lagu tersebut (Bastille Day) terdengar sangat "majestic". Pada saat itulah mereka memutuskan Majesty adalah nama yang bagus untuk sebuah band, dan tetap bagus sampai sekarang.

Pada saat - saat tersebut, Portnoy, Petrucci dan Myung masih berkutat dengan kuliah mereka, juga dengan kerja paruh waktu dan mengajar. Jadwal mereka menjadi kiat ketat sehingga mereka harus memutuskan antara mengejar karir di bidang musik atau mengakhiri band Majesty. Namun akhirnya Majesty menang dan mereka bertiga keluar dari Berklee untuk berkonsentrasi di karir musik. Petrucci mengomentari tentang hal ini di dokumentasi DVD Score, berkata bahwa saat tersebut sangat susah untuk meminta kepada orang tuanya untuk pergi ke sekolah musik. Dan lebih susah lagi untuk menyakinkan orang tuanya agar ia boleh keluar dari sekolah.
Dimulai dari Dream, yaitu impian atau angan-angan, umumnya angan-angan atau impian itu merupakan sesuatu indah atau umumnnya semua orang memiliki impian yang baik bagi dirinya kelak.
Dream Theater, terdiri dari dua kosa kata, yaitu Dream (Impian) and Theater (Pertunjukan). Nah, Band ini (Dream Theater) di setiap albumnya selalu memainkan melodi atau rythm yang indah... Band ini tidak hanya mampu memainkan Rock atau Pop atau Akustik atau terpaku pada satu jenis musik saja.
Tapi bila didengarkan lebih detail, dari setiap instrumen musik yang dimainkan baik itu gitar, keyboard, gitar bass, drum dan perkusi, serta vokalnya mampu menampilkan jenis musik yang berbeda.
Baik itu disetiap perubahan nada di dalam satu lirik atau perubahan tema dalam satu judul lagu bahkan di setiap lagu di dalam satu album.
Lebih menarik lagi, pada detail penulisan lagu di dalam satu album dengan album lainnya memiliki keterikatan atau terdapat kata yang diulang.
Misalnya judul album “Octavarium” (2005), terdapat lagu yang berjudul “Ocatavarium”, dan di dalam lagu “Octavarium” terdapat kata “Octavarium”.
Bahkan di dalam satu lagu, terdapat tema penulisan lagu yang berbeda tetapi tetap mempertahankan tema secara keseluruhan lagu tersebut, misalnya pada lagu “Trial of Tears” (album: Falling Into Infinity, 1997) yang terdiri dari beberapa tema yang memisahkan isi lagu, yaitu tema pertama : “It’s Raining”, dilanjutkan dengan tema yang kedua: “Deep In Heaven” yang berisi instrumen dari band ini, dilanjutkan dengan tema ketiga: “The Wasteland”.
Uniknya pada tema terakhir ini, tepat pada kalimat terakhirnya berisi kata: “It’s Raining”, “Deep In Heaven” dan “The Wasteland” yang mana ketiga kalimta tersebut merupakan tema pada lagu ini.
Lebih uniknya lagi, disetiap tema dalam lagu ini ditulis oleh orang yang berbeda yang tidak lain merupakan personil band ini.
Tidak cukup hanya di lagu “Trial of Tears”, bahkan di hampir di setiap lagu dan di setiap album yang diciptakan memiliki karakteristik yang hampir sama.
Bukankah ini “sudah” cukup membuktikan bahwa band ini adalah band yang memiliki karakter yang indah.
Apalagi kalau sudah pernah mendengarkan lagunya, maka keindahan itupun akan semakin indah dengan permainan nada dan kunci di setiap melodi yang terus “maju”.


2. Diikuti kata Theater, yaitu pertunjukan. Umumnya sebuah pertunjukan itu menampilkan hal-hal yang membuat orang berkata ”wah”, “wow”, atau dapat disimpulkan pertunjukan mampu membuat orang kagum(kayak kalau lagi ngeliat muka gw yang ganteng gitu).
Nah, Dream Theater adalah band yang penuh dengan pertunjukan baik itu dengan hanya mendengarkan suara vokalisnya saja, atau mendengarkan instrumen yang dimainkan, atau bahkan melihat klip atau konsernya.
Secara umum band ini mengusung musik “Progressive Rock”. Artinya band ini memainkan musik yang mengalir dan mengalun jauh ke “depan” angan-angan pendengarnya.
Kembali ke pertunjukan sebenarnya, band ini “mampu” bermain dengan alur “cepat” atau dalam alur “lambat” bahkan bermain di antara keduanya.
Bukti konkretnya:
1. Vokal: Sang vokalis yaitu LaBrie yang termasuk, pada lagu “Hollow Years” (album: Falling Into Infinity, 1997) “hanya” bermain dengan tempo dan nada “rendah”.
Tetapi pada lagu “As I Am” dan “The Dying Soul” (album : Train of Thought, 2003), LaBrie bermain pada tempo yang sangat “cepat". Dan pada lagu “Vacant” di album yang sama, LaBrie bermain dengan “pelan” dan “rendah” dengan hanya diiringi alunan Cello.
Oleh karena itu LaBrie dijuluki “The Canuck”.
2. Gitar: Sang Gitaris yaitu Petrucci yang termasuk “ 3 Dewa Gitar” (bersama Joe Satriani dan Steven Vai) , pada lagu “Hollow Years” versi album rekaman (album : Falling Into Infinity, 1997) “hanya” bermain-main dengan nada “biasa” dan “sedang” bahkan tergolong akustik.
Namun pada album live, lagu “Hollow Years” (album : Live at Budokan, Japan, 2003), Petrucci bermain begitu “garangnya” bahkan terdengar “berlebihan” karena bermain dengan nada dan melodi yang “tinggi” dan “panjang”.
Oleh sebab itu Petrucci dijuluki “The Exaggerator”. Solo gitarnya yang terkenal terdapat pada lagu Under Glass Moon, Octavarium, As I Am, The Dark Eternal Night, Glasgow Kiss. Yang perlu ditanyakan "Kapan Skill gw kayak gini??"
3. Gitar Bass: Sang Bassis yaitu Myung yang termasuk “Jajaran Bassis Terbaik Saat Ini”, pada lagu “New Millenium” versi rekaman (album : Falling Into Infinity, 1997) dan pada lagu yang sama versi live (Live at Budokan, Japan, 2003) memainkan instrumen bass gitar 12 strings, yaitu “Grand Chapman Stick” dimana sangat jarang dan sangat susah bagi seorang musisi untuk memainkannya apalagi menguasainya, selain karena susah harganya pun sangat mahal.
Namun itu tidak berlaku bagi Myung (umumnya seorang pemain gitar bass hanya memainkan gitar bass dengan 4 strings atau 6 strings). Myung juga tergolong orang yang “pendiam” dan “berbicara” hanya dengan “kecepatan” dan “ketepatan” memegang kunci pada gitar bassnya.
Oleh karena itu, Myung dijuluki “The Quiet Thunder”.
4. Keyboard: Sang Keyboardist yaitu, Rudess yang notabene merupakan anggota terbaru (bergabung pada tahun1999) dari Dream Theater, mampu menyesuaikan diri dengan cepat dan bahkan tergolong “ajaib” dia mampu menguasai semua chord atau setiap kunci di setiap lagu. Rudess mampu menyesuaikan melodi yang dimainkan baik itu cepat, pelan, rendah, dan datar. Menyesuaikan melodi dengan setiap petikan kunci gitar, drum, dan mengalun sepanjang lagu.
Bahkan pada setiap lagu yang dibuat sebelum tahun 1999 atau sebelum dia bergabung. Para pendahulunya, yaitu Moore dan Sherinian memiliki karakter bermain yang berbeda. Kalau sebelumnya Dream Theater memiliki pemain keyboard yang suka memainkan nada-nada “aneh” pada diri Sherinian yang dijuluki “The Strange One”, kini pada diri Rudess yang memiliki gaya khas pada saat bermain keyboard serta kejeniusannya untuk tidak mengikuti melodi yang pernah dimainkan oleh Sherinian, maka Rudess dijuluki “The Wizard”.
5. Drum dan Perkusi: Sang Dummer yaitu Portnoy, yang merupakan pendiri Dream Theater bersama-sama dengan Petrucci, dan Myung merupakan “Pemain Drum Modern Saat Ini” mampu bermain selama berjam-jam tanpa lelah. Selain itu Portnoy juga mampu memainkan perkusi. Menariknya lagi, pada lagu-lagu tertentu dan pada album-album tertentu, Portnoy memiliki nama dan susunan drum yang berbeda, seperti “Siamese Monster”, “Awake & Change Of The Seasons”, “Purples Monster” dan terakhir :Transatlantic”.
Karena tampangnya yang “aneh” dan gaya bermainnya yang khas dan “gila”, Portnoy dijuluki “The Madman”.


Lebih dari itu, Dream Theater juga merupakan pertunjukan yang bisa dikatakan kumpulan-kumpulan musisi terbaik dunia, selain dari berbagai “julukan” dan “gelar” yang dimiliki oleh masing-masing anggotanya, Dream Theater memiliki anggota bukan hanya dari AS saja, tetapi juga dari Korea (Myung, Bass) dan Kanada (LaBrie, Vokalis).




--Detail Singkat Tentang Dream Theater--
--------------------------------------------
- Asal : Boston, Masschussets, USA
- Genre Musik : Progressive Metal/Progressive Rock
- Tahun Aktif : 1985 - Sekarang
- Website Resmi: www.dreamtheater.net
- Anggota :
---1.John Peter Petrucci (Gitar and Vocals)
---2.Michael 'Mike' Stephen Portnoy (Drum, Vocals dan Percussions)
---3.Jon Ro Myung (Bass dan Grand Chapman Stick Bass)
---4.Kevin James LaBrie (Vocal dan Background Vocals)
---5.Jordan Rudess (Keyboard, Continuum dan Lap Steel Guitar)
---6.Derek Sherinian (Keyboard pada 1993 - 1998)
---7.Charlie Dominici (Vocal pada November 1986-1992)
---8.Chris Collins (Vocal pada 1985 - October 1986)
---9.Kevin Moore (Keyboard pada 1985-1994)

- Album:
1. When Dream and Day Unite--------(1989)
2. Images and Words----------------(1992)
3. Live at The Marquee-------------(1993)
4. Awake---------------------------(1994)
5. A Change of Seasons-------------(1995)
6. Falling Into Infinity-----------(1997)
7. Once In A Live Time-------------(1998)
8. Scenes From A Memory------------(1999)
9. Live Scenes from New York-------(2002)
10. Six Degrees of Inner Turbulences(2002)
11. Train of Thought----------------(2003)
12. Live at Budokan-----------------(2003)
13. Octavarium----------------------(2005) 
14. Score---------------------------(2006)
15. Systematic Chaos----------------(2007)
16. Black Cloud and Silver Lining---(2009)
Baca selengkapnya gan...

The Wanderer